Tren Bekasi – Pemerintah Desa (Pemdes) Tridayasakti, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, bergerak cepat menangani banjir yang melanda wilayahnya pada Kamis, 22 Januari 2026. Sejak dini hari, banjir akibat luapan air merendam sejumlah permukiman warga di desa tersebut.
Banjir dilaporkan menggenangi beberapa RW di Desa Tridayasakti, yakni RW 008, RW 014, RW 015, RW 016, dan RW 017. Dari seluruh wilayah terdampak, kondisi terparah terjadi di RW 017 Perumahan Taman Ria Persada (TRP), dengan ketinggian air mencapai lutut hingga pinggang orang dewasa.
Sebagai langkah tanggap darurat, jajaran Pemdes Tridayasakti langsung menerjunkan perahu karet milik desa untuk menyisir wilayah terdampak dan mengevakuasi warga yang terjebak banjir. Evakuasi diprioritaskan bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, serta warga berkebutuhan khusus, untuk dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dan tinggi.
Kepala Desa Tridayasakti, Suwardi Wada, mengatakan bahwa evakuasi dilakukan demi memastikan keselamatan seluruh warga.
“Sejak air mulai naik, kami langsung siaga dan menurunkan perahu karet milik desa untuk membantu evakuasi warga terdampak, khususnya di RW 017 yang kondisinya paling parah,” ujar Suwardi di lokasi.
Ia menegaskan, jajaran Pemdes Tridayasakti tetap bersiaga hingga kondisi dinyatakan aman.
“Alhamdulillah, perangkat desa masih bertugas sampai tengah malam. Kami tidak ingin ada warga yang terisolasi atau terlambat mendapatkan pertolongan,” tambahnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan, hingga Kamis tengah malam, aparat Pemdes Tridayasakti masih bersiaga di sekitar Perumahan Taman Ria Persada untuk memantau perkembangan banjir dan mengantisipasi potensi kenaikan debit air.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Tridayasakti, Haryono Said, menyampaikan bahwa pihaknya bersama Pemdes turut bersinergi melakukan patroli di titik-titik banjir.
“Kami melakukan patroli dan berjaga di wilayah terparah banjir, seperti di RW 017 Taman Ria Persada, untuk menyisir permukiman warga yang membutuhkan pertolongan, terutama lansia dan warga rentan lainnya,” ujarnya.
Haryono juga mengimbau warga dengan kategori rentan agar tidak menolak proses evakuasi.
“Demi keselamatan dan kesehatan bersama, kami menjemput warga lansia, anak-anak, dan ibu hamil menggunakan perahu karet untuk dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi dan aman,” katanya.
Pemdes Tridayasakti mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta segera melaporkan jika membutuhkan bantuan evakuasi atau pertolongan darurat. ***
Eksplorasi konten lain dari Tren IDN
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.











