Tradisi Pasca Lebaran, Festival Rampak Bedug Tridayasakti Jadi Ajang Silaturahmi Warga

Tren Bekasi — Nuansa kebersamaan dan kehangatan pasca Hari Raya Idul Fitri begitu terasa di Desa Tridayasakti, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Ribuan warga dari berbagai kalangan tumpah ruah menghadiri Festival Rampak Bedug 2026 yang digelar pada Minggu, 5 April 2026.

Kegiatan tahunan yang telah menjadi tradisi masyarakat ini kembali digelar dengan meriah, menghadirkan perpaduan seni budaya, hiburan rakyat, serta momentum silaturahmi antarwarga usai merayakan Lebaran bersama keluarga.

Sejak pagi hari, warga sudah mulai berdatangan ke lokasi acara. Mereka datang bersama keluarga, mulai dari anak-anak hingga orang tua, untuk menyaksikan penampilan rampak bedug yang menjadi ikon utama festival. Dentuman bedug yang dimainkan secara kompak oleh para peserta menciptakan suasana semarak sekaligus menggugah semangat kebersamaan.

Tidak hanya sekadar pertunjukan seni, Festival Rampak Bedug juga menjadi wadah mempererat hubungan sosial masyarakat. Usai menjalani ibadah Ramadan dan merayakan Idul Fitri, masyarakat memanfaatkan momen ini untuk saling bermaafan, bersilaturahmi, serta memperkuat rasa persaudaraan.

Kepala Desa Tridayasakti, Suwardi Wada, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah desa dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.

“Tradisi ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga. Momentum setelah Lebaran sangat tepat untuk memperkuat silaturahmi, dan rampak bedug menjadi simbol kekompakan masyarakat,” ujar Suwardi Wada.

Ia juga menambahkan bahwa keberlangsungan festival ini tidak lepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga generasi muda.

Antusiasme warga semakin memuncak ketika panggung hiburan menghadirkan komedian nasional Aziz Gagap dan Daus Mini. Kehadiran keduanya berhasil mengundang gelak tawa dan menciptakan suasana penuh keceriaan di tengah masyarakat yang hadir.

Sorak sorai penonton terdengar saat kedua komedian tersebut berinteraksi langsung dengan warga, menjadikan festival tidak hanya sarat nilai budaya, tetapi juga menghibur.

Di sisi lain, Ketua Karang Taruna Desa Tridayasakti, Haryono Said, menegaskan bahwa keterlibatan pemuda dalam penyelenggaraan kegiatan ini menjadi faktor penting kesuksesan acara.

“Kami dari Karang Taruna berkomitmen untuk terus aktif dalam kegiatan positif seperti ini. Pemuda harus menjadi motor penggerak, tidak hanya dalam bidang sosial, tetapi juga dalam pelestarian budaya,” katanya.

Menurutnya, Festival Rampak Bedug juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas sekaligus belajar berorganisasi dan bekerja sama.

Selain pertunjukan utama, festival ini juga diramaikan dengan berbagai kegiatan pendukung seperti bazar UMKM, kuliner khas Lebaran, serta wahana hiburan rakyat. Kehadiran pelaku usaha lokal turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat.

Warga pun mengaku senang dengan terselenggaranya kegiatan ini. Selain menjadi ajang hiburan, festival ini juga memperkuat rasa kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat desa.

“Setiap tahun selalu dinanti. Selain bisa kumpul dengan tetangga dan saudara, acaranya juga meriah dan menghibur,” ujar salah satu warga.

Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, Festival Rampak Bedug Tridayasakti menjadi bukti nyata bahwa tradisi lokal tetap eksis dan mampu beradaptasi di tengah perkembangan zaman. Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilestarikan sebagai warisan budaya sekaligus sarana mempererat persatuan masyarakat. ***


Eksplorasi konten lain dari Tren IDN

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Tren IDN

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca