Tren Bekasi – Jajaran Pemerintah Desa (Pemdes) Tridayasakti, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, menjenguk salah satu korban tragedi tabrakan kereta api antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.
Korban bernama Mustika Ayu, warga Kampung Sasak Tiga RT 02 RW 05, Desa Tridayasakti, mengalami luka pada bagian pergelangan kaki akibat insiden tersebut.
Kunjungan dilakukan jajaran pemdes pada Rabu, 29 April 2026 dan diterima langsung oleh orang tua korban.
Dalam suasana penuh empati, jajaran Pemdes melihat langsung kondisi Mustika Ayu yang tengah menjalani pemulihan.
Peristiwa tragis yang menimpa Mustika Ayu merupakan bagian dari kecelakaan besar yang terjadi pada Senin malam, 27 April 2026.
Insiden tersebut melibatkan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.
Kepala Desa Tridayasakti, Suwardi Wada, menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang dialami warganya sekaligus tragedi besar tersebut.
“Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Tidak hanya karena ada warga kami yang menjadi korban, tetapi juga karena banyaknya korban jiwa dalam peristiwa ini. Semoga Mustika Ayu segera pulih dan semua korban lainnya juga diberikan kesembuhan,” ujar Suwardi.
Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah desa merupakan bentuk kepedulian nyata kepada warga yang tertimpa musibah.
“Jajaran staff, Pemdes hadir untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bersama agar keselamatan transportasi ke depan semakin diperhatikan,” tambahnya.
Kunjungan Pemdes Tridayasakti ini menjadi simbol solidaritas dan kepedulian terhadap warga, di tengah duka akibat salah satu kecelakaan transportasi terbesar yang terjadi di wilayah Bekasi dalam beberapa waktu terakhir.
Diketahui, tragedi ini juga berdampak besar pada operasional kereta api di wilayah Bekasi dan sekitarnya, termasuk pembatalan sejumlah perjalanan dan penyesuaian layanan KRL sementara waktu.
Berdasarkan data terbaru, kecelakaan tersebut menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai lebih dari 80 orang lainnya.
Seluruh korban meninggal dilaporkan merupakan perempuan.
Kronologi kejadian bermula dari insiden awal di perlintasan dekat stasiun, ketika sebuah taksi tertemper KRL hingga mengganggu perjalanan.
Akibat gangguan tersebut, salah satu rangkaian KRL berhenti di jalur stasiun.
Dalam kondisi tersebut, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang tidak sempat berhenti dan akhirnya menabrak KRL dengan keras.
Benturan hebat bahkan merusak bagian belakang gerbong KRL, terutama gerbong khusus perempuan, yang menjadi titik paling parah terdampak dalam kecelakaan tersebut. ***
Eksplorasi konten lain dari Tren IDN
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








