Tren IDN, Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meresmikan Sekolah Rakyat Terintegrasi 43 (SRT 43) pada Selasa (30/9/2025).
Sekolah yang berlokasi di Aula Gedung D. Garuda, The Center for Vocational and Extension Service Training (CEVEST) Kota Bekasi ini dihadirkan sebagai bagian dari program prioritas Presiden RI untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak.
Peresmian tersebut juga menandai dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa angkatan pertama yang terdiri dari 75 peserta didik tingkat SD, SMP, hingga SMA.
Asisten Daerah I Kota Bekasi, Lintong Dianto Putra, menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata implementasi kebijakan nasional dalam bidang pendidikan.
“Sekolah rakyat ini adalah program prioritas Presiden. Pemerintah Kota Bekasi bersama Forkopimda mendukung penuh agar pendidikan dapat menjangkau masyarakat kurang mampu,” ujar Asisten Daerah I Kota Bekasi, Lintong Dianto Putra.
Lintong menjelaskan, perintisan sekolah rakyat di Bekasi sudah dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Sosial di Pangudi Luhur dan STPL.
Kini, cakupan diperluas dengan pembukaan sekolah di CEVEST untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Pemerintah pusat melalui Kemensos dan Kemendagri bahkan telah menginstruksikan setiap daerah menyiapkan sekolah rakyat serupa.
“Tujuan utama sekolah rakyat adalah memberikan kesempatan bagi anak-anak dari keluarga miskin agar bisa bersekolah dengan fasilitas memadai. Pemerintah tidak ingin ada anak yang terhambat mendapatkan pendidikan hanya karena faktor ekonomi,” tegas Lintong.
Wali Murid Sambut Haru Kehadiran Sekolah Rakyat di Bekasi
Kehadiran SRT 43 disambut penuh haru oleh orang tua siswa.
Mathoir, warga Jatiasih sekaligus salah satu wali murid, mengaku sangat bersyukur anaknya dapat bersekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi 43.
“Saya tidak sangka anak saya bisa masuk sekolah ini. Dari dulu saya khawatir tidak bisa menyekolahkan sampai SMA karena keterbatasan biaya. Alhamdulillah sekarang ada sekolah rakyat, mudah-mudahan anak saya bisa meraih cita-citanya,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Dengan hadirnya Sekolah Rakyat Terintegrasi 43 Kota Bekasi, pemerintah berharap pendidikan inklusif dapat terus berkembang, sehingga tidak ada lagi anak yang tertinggal karena keterbatasan ekonomi keluarga. ***
Eksplorasi konten lain dari Tren IDN
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.












