Tren IDN, Bekasi – Calon Kepala Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, H. Dulloh Syafei, kembali melakukan sosialisasi pencalonannya menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sumberjaya.
Kali ini, Dulloh menyambangi wilayah RW 52 dan bertemu dengan sejumlah pengurus RT di Perumahan Mutiara Pulo, Jumat (7/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah Dulloh untuk memperkenalkan visi dan gagasan pencalonannya sekaligus menyerap aspirasi masyarakat di tingkat lingkungan.
Dalam pertemuan itu, Dulloh menekankan pentingnya membangun komunikasi secara langsung dengan masyarakat.
Menurutnya, seorang calon kepala desa tidak cukup hanya menyampaikan program, tetapi juga harus mengetahui secara langsung persoalan yang dihadapi warga.
“Bagi saya, sosialisasi bukan hanya datang untuk menyampaikan pencalonan. Yang paling penting adalah mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan masyarakat,” kata H. Dulloh Syafei.
Dulloh mengatakan, keberadaan pengurus RW dan RT memiliki posisi penting karena bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Karena itu, ia berharap komunikasi dengan para pengurus lingkungan dapat terus terjalin, terlepas dari dinamika politik dalam Pilkades Sumberjaya.
“Saya ingin membangun komunikasi yang baik dengan semua unsur masyarakat. RW dan RT adalah bagian penting dalam pelayanan masyarakat karena mereka yang paling dekat dengan warga,” ujarnya.
Dulloh juga mengajak masyarakat agar momentum Pilkades Sumberjaya dapat berlangsung secara aman, tertib dan penuh persaudaraan.
Menurut dia, perbedaan pilihan dalam pesta demokrasi di tingkat desa merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut jangan sampai memutus hubungan silaturahmi antarwarga.
“Pilihan boleh berbeda, tetapi persaudaraan jangan sampai terpecah. Setelah Pilkades selesai, kita tetap bertetangga, tetap bersaudara dan tetap bersama-sama membangun Sumberjaya,” tegasnya.
Serap Aspirasi Warga
Dalam agenda sosialisasi tersebut, Dulloh juga membuka ruang dialog dengan pengurus lingkungan untuk mendengar berbagai aspirasi yang berkembang di masyarakat.
Ia menyebut pembangunan desa ke depan harus disusun berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat, bukan hanya berdasarkan program yang dibuat dari atas.
“Kalau saya diberikan amanah, saya ingin pembangunan itu berdasarkan kebutuhan masyarakat. Kita dengarkan dulu persoalannya, kita petakan, kemudian kita cari solusi bersama,” ungkap Dulloh.
Dulloh menambahkan, dirinya tidak ingin pencalonan kepala desa hanya menjadi momentum politik sesaat.
Ia berharap proses menuju Pilkades dapat menjadi ruang bagi seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan gagasan mengenai masa depan Desa Sumberjaya.
“Yang kita bangun bukan hanya soal memenangkan kontestasi, tetapi bagaimana setelah itu masyarakat bisa merasakan manfaat dari pemerintahan desa. Itu yang menjadi komitmen saya,” katanya.
Sosialisasi Dulloh Syafei di RW 52 dan para pengurus RT Perumahan Mutiara Pulo menambah rangkaian kegiatan silaturahmi dan sosialisasi yang dilakukannya di sejumlah wilayah Sumberjaya menjelang Pilkades 2026.
Sebelumnya, Dulloh juga aktif melakukan pertemuan dengan berbagai elemen masyarakat di sejumlah wilayah Sumberjaya sebagai bagian dari proses memperkenalkan pencalonannya.
Dinamika Pilkades Sumberjaya sendiri diperkirakan akan semakin menarik seiring semakin intensifnya para bakal calon melakukan komunikasi dan sosialisasi kepada masyarakat. ***
Eksplorasi konten lain dari Tren IDN
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.












