Jelang Pergantian, Dua Pemimpin Jatiwangi Berjabat Tangan: Bersatu untuk Bangun Desa

Tren IDN, Bekasi – Ada suasana haru di halaman Kantor Desa Jatiwangi, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Senin (28/9/2026) malam.

Di tengah acara silaturahmi, tasyakuran dan doa bersama, Kepala Desa Jatiwangi periode 2019-2026, Yowanda Adieztria, bertemu dengan sosok yang akan meneruskan kepemimpinan desa, Hj. Santi Sagita.

Keduanya berjabat tangan. Saling tersenyum dan memberikan dukungan di hadapan warga.

Bukan sekadar pertemuan dua kepala desa. Malam itu menjadi salah satu momen menjelang berakhirnya masa pengabdian Yowanda sekaligus menyambut babak baru kepemimpinan Jatiwangi.

Yowanda akan mengakhiri masa tugasnya setelah memimpin Jatiwangi periode 2019-2026. Sementara Santi, yang terpilih untuk periode 2026-2034, dijadwalkan dilantik pada November mendatang.

Momen tersebut turut difasilitasi Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Golkar, Ahmad bin Olim.

Ahmad mengungkapkan, mempertemukan Yowanda dan Santi sebenarnya sudah menjadi niatnya sejak sebelum Pilkades Jatiwangi berlangsung.

“Saya sudah punya niat sebelum pemilihan. Kalau Neng Santi terpilih menjadi kepala desa, saya akan mengajak Neng Santi untuk bertemu dengan Pak Lurah Adiz. Alhamdulillah, pada malam hari ini kita dapat berkumpul,” ujar Ahmad.

Bagi Ahmad, pertemuan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar silaturahmi.

Ada kepemimpinan yang akan berakhir, ada pula kepemimpinan baru yang segera dimulai. Namun, menurutnya, pergantian itu tidak seharusnya memutus hubungan di antara keduanya.

“Ini yang saya harapkan. Setelah pemilihan selesai, jangan ada lagi sekat. Pak Adiz punya pengalaman, Bu Santi punya amanah baru. Keduanya harus bisa berjalan bersama untuk kepentingan masyarakat Jatiwangi,” katanya.

Ahmad juga mengingatkan bahwa pembangunan desa merupakan proses yang tidak berhenti ketika seorang kepala desa berganti.

“Jangan pernah lupa, garis pemimpin Jatiwangi harus saling menghormati. Pengalaman kita yang sekarang, kadang-kadang permasalahan yang kita tangani itu bahkan sudah ada sebelum kita lahir. Makanya kita harus menanyakan kepada lurah-lurah terdahulu dengan hormat,” ujarnya.

Ia berharap Yowanda tetap menjadi bagian dari perjalanan Jatiwangi dengan memberikan masukan kepada Santi ketika dibutuhkan.

“Kalau nanti dibutuhkan saran dan masukan, Pak Lurah juga siap. Jadi kepemimpinan boleh berganti, tetapi silaturahmi dan komunikasi jangan sampai ikut berhenti,” kata Ahmad.

Ahmad kemudian menyampaikan pesan yang cukup dalam kepada seluruh warga Jatiwangi.

“Yang kita bangun malam ini bukan hanya pertemuan dua orang. Kita ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa setelah Pilkades selesai, kita kembali menjadi satu keluarga besar Jatiwangi. Mari kita jaga desa ini bersama-sama,” tegasnya.

Yowanda: Saatnya Dukung Pemimpin Baru

Bagi Yowanda, malam tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya selama memimpin Desa Jatiwangi.

Menjelang meninggalkan jabatan kepala desa, ia justru meminta masyarakat tidak larut dalam pergantian kepemimpinan. Sebaliknya, warga diminta tetap kompak dan memberikan dukungan kepada pemerintahan baru.

Yowanda menyampaikan terima kasih kepada Ahmad bin Olim yang telah hadir dan mempertemukan dirinya dengan Santi.

“Beliau pun sangat-sangat aktif hadir di masyarakat Jatiwangi, sampai bosen kita juga,” ujar Yowanda sembari bergurau.

Namun setelah gurauan itu, Yowanda menyampaikan pesan kepada masyarakat Jatiwangi.

“Selanjutnya kita dukung pemerintahan baru kita, dengan kita kompak, solid seperti ini. Dengan dukungan tokoh pemuda kita yang sudah menjadi dewan, Jatiwangi kita semakin maju,” katanya.

Ia juga meminta warga tidak ragu menyampaikan aspirasi kepada kepala desa terpilih.

“Untuk semua warga Jatiwangi juga, jika ada keluh kesah kepada kades-nya, tolong disampaikan saja. Toh juga untuk kemajuan Jatiwangi, yang sifatnya membangun,” ujarnya.

Santi: Apa yang Baik Kita Lanjutkan

Sementara itu, Hj. Santi Sagita meminta dukungan seluruh masyarakat dalam menjalankan amanah sebagai kepala desa.

“Insyaallah, ke depan saya mohon dukungan dari seluruh masyarakat Jatiwangi. Kita bersama-sama menjaga kerukunan dan membangun desa ini agar semakin maju dan lebih baik,” ujar Santi.

Santi juga menyampaikan penghargaan kepada Yowanda atas kepemimpinannya selama periode 2019-2026.

Ia berharap hubungan baik yang terlihat malam itu tidak berhenti ketika dirinya resmi dilantik.

“Apa yang sudah baik kita lanjutkan, dan yang masih perlu diperbaiki akan kita benahi bersama-sama,” katanya.

Malam semakin larut ketika acara ditutup dengan doa bersama dan tasyakuran.

Dua tumpeng disiapkan. Satu menjadi simbol syukur atas perjalanan pemerintahan Jatiwangi selama kepemimpinan Yowanda, sementara momentum lainnya menyambut amanah baru yang akan diemban Santi.

Di antara doa dan suasana haru, dua pemimpin itu kembali berjabat tangan.

Sebuah salam perpisahan bagi pemimpin yang akan purna tugas, sekaligus salam penyambutan bagi pemimpin yang akan meneruskan perjalanan Desa Jatiwangi.

Pelantikan Hj. Santi Sagita sebagai Kepala Desa Jatiwangi periode 2026-2034 dijadwalkan berlangsung pada November 2026 mendatang. ***


Eksplorasi konten lain dari Tren IDN

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Tren IDN

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca