Jelang Pelantikan Kades Jatiwangi, Ahmad bin Olim Gagas Doa Bersama: Satukan Warga untuk Kemajuan Desa

Tren IDN, Bekasi – Apa yang terjadi setelah pesta demokrasi desa berakhir?

Di Jatiwangi, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, jawabannya terlihat dalam sebuah momen penuh kekeluargaan pada Senin (28/9/2026) malam.

Menjelang pelantikan kepala desa terpilih periode 2026-2034, anggota DPRD Kabupaten Bekasi Ahmad bin Olim menggagas silaturahmi, tasyakuran dan doa bersama yang mempertemukan para pemimpin desa, tokoh masyarakat, serta warga Jatiwangi.

Bukan sekadar doa bersama, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan kembali masyarakat setelah seluruh tahapan pemilihan kepala desa selesai.

Hj. Santi Sagita, kepala desa terpilih periode 2026-2034, hadir bersama Kepala Desa Jatiwangi periode 2019-2026, Yowanda Adieztria.

Pertemuan keduanya menjadi simbol kesinambungan kepemimpinan di Desa Jatiwangi. Kepemimpinan berganti, tetapi pembangunan dan kebersamaan masyarakat diharapkan tetap berjalan.

Ahmad bin Olim mengatakan, gagasan mempertemukan pemimpin lama dan pemimpin baru sebenarnya telah muncul sebelum pelaksanaan Pilkades Jatiwangi.

“Saya sudah punya niat sebelum pemilihan. Kalau Neng Santi terpilih menjadi kepala desa, saya akan mengajak Neng Santi untuk bertemu dengan Pak Lurah Adiz. Alhamdulillah, pada malam hari ini kita dapat berkumpul,” ujar Ahmad.

Menurut Ahmad, perbedaan pilihan dalam Pilkades merupakan bagian dari proses demokrasi. Namun, setelah proses tersebut selesai, masyarakat harus kembali bersatu dan bersama-sama membangun desa.

“Setelah pemilihan selesai, jangan ada lagi sekat,” katanya.

Ia menilai, pembangunan Jatiwangi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Pengalaman pemimpin sebelumnya juga dinilai tetap memiliki arti penting bagi kepemimpinan yang akan datang.

Karena itu, Ahmad berharap komunikasi antara pemerintahan sebelumnya dengan pemerintahan baru tetap terjaga.

“Kepemimpinan boleh berganti, tetapi silaturahmi dan komunikasi jangan sampai ikut berhenti,” ujarnya.

Ahmad bin Olim: Doa Bersama untuk Kemajuan Jatiwangi

Sebagai penggagas kegiatan, Ahmad mengatakan doa bersama tersebut menjadi bentuk ikhtiar untuk mendoakan masa depan Jatiwangi sekaligus membangun suasana yang kondusif menjelang dimulainya kepemimpinan baru.

Ia ingin momentum pergantian kepemimpinan tidak menjadi batas antara pemerintahan lama dan pemerintahan baru.

Sebaliknya, pengalaman, komunikasi dan dukungan masyarakat diharapkan dapat menjadi modal bersama untuk melanjutkan pembangunan Jatiwangi.

“Yang kita bangun malam ini bukan hanya pertemuan dua orang. Kita ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa setelah Pilkades selesai, kita kembali menjadi satu keluarga besar Jatiwangi. Mari kita jaga desa ini bersama-sama,” tegas Ahmad.

Suasana semakin hangat ketika kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dan tasyakuran. Warga dan para tokoh yang hadir bersama-sama memanjatkan doa agar proses pergantian kepemimpinan berjalan lancar serta pemerintahan Desa Jatiwangi ke depan dapat membawa manfaat bagi masyarakat.

Bagi Jatiwangi, malam tersebut menjadi momentum untuk menutup satu fase kepemimpinan sekaligus menyambut babak baru.

Hj. Santi Sagita dijadwalkan dilantik sebagai Kepala Desa Jatiwangi periode 2026-2034 pada November 2026 mendatang.

Pergantian pemimpin pun diharapkan tidak sekadar menjadi pergantian jabatan, tetapi menjadi awal untuk memperkuat persatuan dan mendorong kemajuan Desa Jatiwangi bersama-sama. ***


Eksplorasi konten lain dari Tren IDN

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Tren IDN

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca