Tren Jakarta – Partai Demokrat memberikan klarifikasi resmi terkait munculnya nama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam polemik yang menyeret Badan Gizi Nasional (BGN).
Klarifikasi tersebut disampaikan melalui akun resmi DPP Partai Demokrat pada Selasa, 9 Juni 2026.
Langkah itu dilakukan setelah beredarnya postingan RMOL.ID yang memuat daftar nama terkait kasus BGN dan mencantumkan frasa “2 Orang Kolonel usulan AHY”.
Unggahan tersebut kemudian memicu berbagai spekulasi di media sosial.
Dalam pernyataan resminya, Partai Demokrat menegaskan bahwa AHY tidak memiliki hubungan dengan pihak yang disebut dalam pemberitaan tersebut.
“Kami perlu menyampaikan klarifikasi,” tulis Partai Demokrat dalam pernyataan yang ditandatangani Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra.
Enam Poin Klarifikasi Demokrat
Dalam dokumen resmi yang dipublikasikan, Demokrat menyampaikan enam poin utama.
Pertama, AHY disebut tidak mengenal Sony Sonjaya yang namanya muncul dalam polemik tersebut.
Kedua, AHY ditegaskan tidak pernah bertemu maupun berkomunikasi dengan Sony Sonjaya.
Ketiga, AHY tidak pernah mengusulkan, merekomendasikan, meminta bantuan, ataupun meminta dukungan kepada Sony Sonjaya terkait program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun urusan lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Keempat, Demokrat menilai unggahan yang beredar tidak menjelaskan secara spesifik siapa yang dimaksud dengan frasa “AHY” maupun “2 Orang Kolonel”.
Kelima, apabila yang dimaksud adalah Agus Harimurti Yudhoyono, maka tudingan tersebut dinilai tidak memiliki dasar fakta dan dapat dipastikan sebagai fitnah.
Keenam, Demokrat menegaskan tetap menghormati kebebasan pers, namun meminta setiap informasi yang menyebut individu maupun institusi disampaikan secara akurat, berimbang, dan berdasarkan fakta yang telah terverifikasi.
Kolom Komentar Facebook Dipenuhi Pro dan Kontra
Tak lama setelah klarifikasi dipublikasikan, unggahan tersebut ramai dibanjiri komentar netizen.
Sebagian memberikan dukungan kepada Partai Demokrat, sementara sebagian lainnya justru mempertanyakan isi bantahan tersebut.
Akun bernama Jos menilai klarifikasi yang dilakukan Demokrat merupakan langkah cepat dan tepat.
“Semakin dekat ajang pemilu, makin kencang isu-isu untuk saling menjatuhkan sesama tokoh politik,” tulisnya.
Sementara itu, Dedhos Reinaldo berpendapat bahwa reaksi yang muncul merupakan hal yang wajar dalam dinamika politik.
“Biasanya kalau nggak merasa orang akan tenang-tenang saja. Akan tetapi kalau merasa pasti bereaksi. Itu hukum alam,” tulisnya.
Di sisi lain, sejumlah netizen menunjukkan sikap skeptis terhadap klarifikasi tersebut.
Akun Jenderal Kardus menulis, “Masak iya menko gak kenal sama Waket BGN. Agak mustahil.”
Komentar senada juga disampaikan akun Comenk Ortega yang menulis, “Kalau dah begini pada ngeles gak kenal. Basi alasannya.”
Sementara akun Muzammil menyebut, “Orang desa sudah faham, jadi pernyataan ini pun diketawain sama orang-orang desa.”
Ada pula komentar dari Wisnu Issantoso yang menulis singkat, “Semua dapat Pak. Gak usah munafik.”
Sedangkan akun M Ichal memberikan komentar bernada sindiran dengan menulis, “Seketika langsung panik.”
Isu BGN Jadi Sorotan Publik
Polemik yang menyeret nama AHY dalam isu BGN menjadi salah satu topik yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Perdebatan di kolom komentar menunjukkan adanya perbedaan pandangan publik terhadap klarifikasi yang disampaikan Partai Demokrat.
Hingga saat ini, Partai Demokrat tetap berpegang pada pernyataan resminya bahwa AHY tidak memiliki keterkaitan dengan pihak yang disebut dalam unggahan yang beredar dan meminta masyarakat mengedepankan informasi yang terverifikasi sebelum menarik kesimpulan. ***
Eksplorasi konten lain dari Tren IDN
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










