Tren IDN, Bekasi – Tumpukan sampah yang mencemari Kali Rawa Pisang, anak Kali Srengseng, di perbatasan Desa Tridayasakti dan Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, mendapat perhatian serius.
Kepala Desa Tridayasakti, Suwardi Wada, turun tangan dengan mengumpulkan perangkat desa dan warga untuk melakukan aksi bersih-bersih sungai, Kamis (25/6/2026).
Aksi gotong royong itu dilakukan menyusul banyaknya sampah rumah tangga yang mengotori aliran kali. Sampah yang diangkat dari dalam sungai didominasi plastik, kantong kresek, kemasan makanan, botol bekas, hingga limbah styrofoam yang tersangkut di sepanjang bantaran dan aliran air.
Sejak pagi, puluhan warga bersama jajaran Pemerintah Desa Tridayasakti terlihat berjibaku mengangkat sampah dari dalam kali. Sampah yang berhasil dikumpulkan kemudian diangkut ke lokasi pembuangan untuk mencegah kembali hanyut ke aliran sungai.
Kepala Desa Tridayasakti, Suwardi Wada, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap kondisi lingkungan yang semakin terancam akibat perilaku membuang sampah sembarangan.
“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Kalau sampah terus menumpuk di aliran kali, bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi menyebabkan banjir saat debit air meningkat. Karena itu kami mengajak warga untuk bersama-sama membersihkannya,” kata Suwardi.

Menurutnya, persoalan sampah di sungai tidak akan pernah selesai apabila masyarakat masih menjadikan kali sebagai tempat pembuangan akhir.
“Hari ini kita bersihkan bersama, tetapi yang paling penting adalah bagaimana menjaga agar besok dan seterusnya sampah tidak lagi dibuang ke sungai. Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama,” ujarnya.
Suwardi mengaku prihatin karena sebagian besar sampah yang ditemukan merupakan sampah rumah tangga yang diduga sengaja dibuang ke aliran kali.
“Yang kami temukan mayoritas sampah plastik dan styrofoam. Ini menunjukkan masih ada kebiasaan membuang sampah ke sungai. Padahal dampaknya sangat besar bagi lingkungan dan masyarakat sendiri,” katanya.
Ia mengingatkan warga agar tidak menganggap sungai sebagai tempat pembuangan sampah karena dapat menghambat aliran air dan memicu berbagai persoalan lingkungan.
“Kali ini harus kita jaga bersama. Jangan sampai aliran air yang seharusnya menjadi saluran drainase alami berubah menjadi tempat penumpukan sampah. Kalau sungai bersih, lingkungan sehat dan risiko banjir juga dapat ditekan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Suwardi meminta seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dengan memulai dari rumah masing-masing.
“Saya mengajak seluruh warga Tridayasakti untuk lebih disiplin dalam mengelola sampah. Buanglah sampah pada tempatnya dan jangan lagi membuang ke kali. Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah desa, tetapi tanggung jawab bersama,” ucapnya.
Diketahui, Kali Rawa Pisang melintasi sejumlah kawasan permukiman padat penduduk di Desa Tridayasakti, di antaranya Mekarsari, Perumahan Taman Puri Cendana, RW 010, Perumahan Taman Tridaya Indah 2, RW 014 dan RW 015.
Kondisi tersebut menjadikan kebersihan sungai sebagai salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas lingkungan dan mencegah terjadinya genangan maupun banjir di kawasan permukiman.
Melalui aksi gotong royong tersebut, Pemerintah Desa Tridayasakti berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai semakin meningkat sehingga persoalan sampah tidak terus berulang dan mengancam lingkungan sekitar. ***
Eksplorasi konten lain dari Tren IDN
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.












