Jalan Kabupaten di Sragi Rusak Parah, Warga: Pemkab Tutup Mata

Tren Pekalongan – Kerusakan jalan penghubung antardesa di Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan. Jalan Kabupaten yang menghubungkan Desa Tegalsuruh dan Desa Krasakageng, tepatnya di Dukuh Pekijingan, dilaporkan berlubang dan ambles selama lebih dari satu tahun.

Pantauan di lokasi menunjukkan kerusakan terparah berada di sisi gorong-gorong. Lubang besar menganga di badan jalan, sementara bagian kanan dan kiri mengalami amblesan. Ironisnya, tidak terlihat rambu peringatan maupun upaya penanganan sementara dari pihak berwenang.

Menurut keterangan warga, kerusakan jalan tersebut mulai terjadi sejak awal 2025 akibat struktur gorong-gorong yang melemah. Seiring waktu, kondisi jalan semakin memburuk dan kini kerap memicu insiden nyaris kecelakaan, terutama saat malam hari dan musim hujan.

Ketua RT 5 RW 1 Desa Krasakageng, Yanto, menyebut warga sudah lama mengeluhkan kondisi tersebut.

“Mpun dangu, setahun luwih (sudah lama, setahun lebih),” ujar Yanto saat ditemui di lokasi, Kamis (15/1/2026).

Ia mengaku telah beberapa kali menyampaikan laporan kepada pemerintah desa agar diteruskan ke instansi terkait di tingkat kabupaten. Namun hingga kini, belum ada perbaikan maupun peninjauan lapangan secara serius.

Keluhan juga datang dari pengguna jalan. Beni, warga Kedungwuni, mengaku hampir terjatuh saat melintas karena tidak menyangka adanya lubang besar dan jalan yang ambles di kedua sisi.

“Tadi hampir jatuh. Kaget ada lubang yang sebelah kanan dan yang kiri ambles,” katanya.

Selain membahayakan keselamatan, kondisi jalan rusak ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga. Jalan tersebut merupakan jalur utama penghubung antardesa yang sering dilalui pedagang, petani, serta pelajar. Akibat kerusakan, pengendara harus melambat atau mencari jalur alternatif yang lebih jauh.

Warga menilai pembiaran kerusakan jalan ini mencerminkan lemahnya respons Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan terhadap infrastruktur dasar. Padahal, status jalan tersebut merupakan jalan kabupaten, sehingga sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

Kekecewaan pun semakin menguat karena kerusakan terjadi dalam waktu lama tanpa kejelasan rencana perbaikan. Warga menilai kondisi ini berpotensi menimbulkan kecelakaan serius jika terus diabaikan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai kapan perbaikan jalan akan dilakukan.

Warga berharap Pemkab Pekalongan segera turun tangan dan tidak lagi “micek” atau tutup mata terhadap kondisi yang membahayakan keselamatan dan menghambat roda perekonomian desa.

“Harapannya segera diperbaiki sebelum ada korban,” pungkas Beni. ***


Eksplorasi konten lain dari Tren IDN

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Tren IDN

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca