Tren IDN, Bekasi – Ketua Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Irfan Susanto mulai intensif merangkul kalangan pemuda di wilayahnya.
Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan penyerapan aspirasi bersama pemuda Desa Sumberjaya yang digelar di Cafe Loka, Kampung Buwek, Desa Sumberjaya, Kabupaten Bekasi.
Dalam pertemuan tersebut, Irfan berdialog langsung dengan sejumlah pemuda untuk mendengar berbagai persoalan dan aspirasi yang berkembang di lingkungan masyarakat, khususnya terkait kebutuhan generasi muda.
Kegiatan itu juga menjadi bagian dari gerakan akar rumput yang tengah dibangun Irfan bersama jajaran di tingkat desa.
Selain memperkuat komunikasi dengan masyarakat, konsolidasi tersebut dinilai menjadi salah satu upaya membangun basis dukungan menuju kontestasi politik 2029.
Irfan menyebut pemuda memiliki posisi penting dalam menentukan arah pembangunan daerah. Karena itu, menurutnya, suara dan gagasan anak muda perlu didengar secara langsung, bukan hanya ketika momentum politik tiba.
“Saya ingin mendengar langsung apa yang menjadi keresahan, kebutuhan dan harapan anak-anak muda di Sumberjaya. Pemuda bukan hanya objek pembangunan, tetapi harus menjadi bagian dari proses menentukan arah pembangunan desa dan Kabupaten Bekasi ke depan,” kata Irfan.
Ia mengatakan komunikasi dengan masyarakat akan terus dilakukan secara rutin. Menurutnya, turun langsung ke tengah warga menjadi cara untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Selain menyerap aspirasi pemuda, Irfan juga mengaku rutin mengumpulkan warga untuk berdiskusi mengenai berbagai persoalan di lingkungan Desa Sumberjaya.
“Kami tidak ingin membangun komunikasi hanya ketika ada kepentingan politik. Justru dari sekarang harus dibangun ruang dialog yang terbuka. Aspirasi warga akan menjadi bahan untuk melihat apa yang perlu diperjuangkan agar Kabupaten Bekasi semakin maju, khususnya Sumberjaya,” ujar Irfan.
Irfan menambahkan, penguatan basis akar rumput membutuhkan proses dan konsistensi. Karena itu, ia memilih membangun komunikasi secara perlahan melalui pertemuan dan dialog dengan berbagai kelompok masyarakat.
Menurut dia, target politik 2029 masih cukup panjang. Namun, komunikasi dengan masyarakat harus dimulai sejak sekarang agar setiap gagasan dan aspirasi yang berkembang di tingkat bawah dapat dipahami secara langsung.
“Kalau kita ingin membangun sesuatu yang kuat, fondasinya harus dari bawah. Saya ingin PSI di Sumberjaya hadir dan dikenal melalui kerja nyata, komunikasi dengan warga, serta kemauan untuk mendengar. Soal politik 2029, itu bagian dari proses yang akan berjalan, tetapi hari ini yang paling penting adalah membangun kepercayaan masyarakat,” kata Irfan.
Pertemuan dengan pemuda tersebut menjadi salah satu rangkaian komunikasi politik dan sosial Irfan di tingkat desa.
Ia berkomitmen membuka ruang pertemuan dengan berbagai elemen masyarakat untuk mendengar aspirasi sekaligus menjaring gagasan terkait pembangunan Kabupaten Bekasi.
Eksplorasi konten lain dari Tren IDN
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










