Tren IDN, Bekasi – Bakal Calon Kepala Desa (Cakades) Tridayasakti, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Suwanto, memaparkan sejumlah program unggulan yang akan dijalankan apabila dipercaya memimpin Desa Tridayasakti untuk periode 2026-2034.
Pemaparan tersebut disampaikan dalam acara deklarasi pencalonannya yang digelar di Kampung Sasaktiga, Minggu (26/7/2026) malam.
Di hadapan ribuan warga dan para pendukung, Suwanto memperkenalkan program pembangunan desa yang menitikberatkan pada pengelolaan lingkungan berbasis ekonomi serta transformasi pelayanan pemerintahan desa secara digital.
Salah satu program yang paling menyita perhatian adalah pengolahan sampah, khususnya limbah plastik, menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Program itu bukan tanpa alasan. Pria yang akrab disapa Bang Wanto tersebut telah puluhan tahun berkecimpung di bidang pengelolaan limbah plastik.
Pengalaman itu diyakini menjadi modal untuk mengatasi persoalan sampah plastik yang selama ini masih menjadi tantangan di lingkungan masyarakat.
Dalam paparannya, Suwanto menjelaskan bahwa sampah plastik tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan sebagai sumber ekonomi baru yang dapat meningkatkan pendapatan warga.
Ia mengatakan, masyarakat nantinya akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan mengenai teknik pemilahan hingga proses daur ulang sampah agar mampu menghasilkan produk yang bernilai jual.
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas kepada masyarakat, pemaparan program tersebut juga disertai penayangan visual mengenai proses pengolahan dan daur ulang sampah plastik menjadi berbagai produk yang bermanfaat.
Selain fokus pada persoalan lingkungan, Suwanto juga menyiapkan program “Transformasi Desa di Era Digital” yang bertujuan menghadirkan pelayanan pemerintahan desa yang lebih cepat, mudah, dan transparan.
Melalui program tersebut, warga nantinya dapat mengurus berbagai administrasi desa secara daring, mulai dari pengajuan surat-menyurat, permohonan pengesahan dokumen, hingga layanan administrasi lainnya tanpa harus datang berkali-kali ke kantor desa.
Tak hanya itu, sistem digital tersebut juga dirancang untuk meningkatkan transparansi pemerintahan. Informasi penggunaan anggaran desa, program pembangunan, hingga daftar penerima bantuan sosial akan dapat diakses masyarakat melalui aplikasi di telepon genggam.
Suwanto menegaskan, pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus mampu menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus menghadirkan tata kelola pemerintahan yang modern.
“Saya ingin Tridayasakti menjadi desa yang bersih, produktif, dan maju. Sampah plastik jangan lagi dianggap sebagai masalah, tetapi menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat. Warga akan kami bekali ilmu dan keterampilan agar bisa mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai jual,” kata Suwanto.
Ia menambahkan, digitalisasi pelayanan desa juga menjadi langkah penting agar masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan transparan.
“Ke depan, pelayanan administrasi harus bisa diakses secara digital. Masyarakat tidak perlu lagi dipersulit mengurus surat-surat. Selain itu, transparansi anggaran desa dan data penerima bantuan sosial juga harus terbuka agar pemerintahan berjalan lebih akuntabel dan dipercaya masyarakat,” ujarnya.
Melalui dua program unggulan tersebut, Suwanto berharap Desa Tridayasakti dapat berkembang menjadi desa yang bersih dari persoalan sampah, memiliki masyarakat yang mandiri secara ekonomi, serta didukung sistem pemerintahan digital yang efektif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan warga.***
Eksplorasi konten lain dari Tren IDN
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.












