Tren IDN, Bekasi – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa kegiatan olahraga renang yang diterapkan di sejumlah sekolah tidak bersifat wajib dan tidak boleh dijadikan sebagai penentu nilai akademis siswa, Jumat (26/09/2025).
Pernyataan ini sekaligus menjawab keresahan sebagian orang tua murid yang merasa keberatan jika pelajaran renang dijadikan kewajiban, mengingat keterbatasan biaya maupun akses sarana.
Menurut Tri, olahraga di sekolah, termasuk renang, seharusnya bersifat fleksibel dan menyesuaikan kondisi siswa serta fasilitas yang tersedia.
“Renang bukan kewajiban dan tidak dijadikan syarat penilaian. Itu hanya pilihan dari sekolah. Masih banyak cabang olahraga lain yang bisa menjadi sarana pembentukan karakter, menjaga kesehatan, sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas. Jangan sampai justru menjadi beban bagi orang tua,” tegas Tri.
Tri menambahkan, tujuan utama pendidikan jasmani di sekolah bukan hanya soal nilai atau prestasi sesaat, melainkan membentuk pribadi yang sehat, tangguh, dan berkarakter.
Pemkot Bekasi, lanjutnya, berkomitmen terus menghadirkan sarana olahraga yang inklusif agar semua anak dapat mengembangkan potensinya tanpa tekanan.
“Kita ingin lahir atlet-atlet asli dari Kota Bekasi di berbagai cabang olahraga. Namun selain itu, kita juga harus memberi ruang bagi anak-anak yang punya bakat di bidang seni dan budaya. Semua ini bagian dari upaya membangun generasi unggul yang membanggakan orang tuanya,” ujar Tri.
Selain itu, Tri mengingatkan pentingnya dukungan keluarga dalam tumbuh kembang anak, baik secara akademik maupun non-akademik.
Orang tua, kata dia, berperan besar dalam memastikan anak-anak mendapatkan gizi seimbang, kesehatan mata, dan daya tahan tubuh yang baik agar siap mengikuti aktivitas belajar.
“Anak-anak harus kita siapkan secara menyeluruh. Tidak cukup hanya akademik atau olahraga saja, tapi juga gizi, kesehatan, mental, hingga pembentukan karakter. Semua harus berjalan beriringan,” tambahnya.
Penegasan Tri ini sekaligus menjadi arahan kebijakan Pemkot Bekasi dalam mewujudkan pendidikan yang adaptif terhadap kondisi siswa dan orang tua.
Pemerintah memastikan setiap program pendidikan memberi manfaat positif tanpa menambah beban finansial maupun psikologis. ***
Eksplorasi konten lain dari Tren IDN
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.











