Ketum GPMI Dedi Kurniawan Apresiasi Kombes Pol Sumarni, Ungkap 186 Ribu Butir Obat Keras dan Tutup “Kampung Tramadol”

Bekasi – Ketua Umum Garuda Pejuang Masyarakat Indonesia (GPMI), Dedi Kurniawan, memberikan apresiasi kepada Kapolres Metro Bekasi, Sumarni, atas langkah tegas dalam memberantas peredaran obat keras daftar G di wilayah Kabupaten Bekasi.

Dedi menilai kepemimpinan Sumarni sebagai bukti nyata komitmen kepolisian dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan obat-obatan terlarang, khususnya jenis tramadol dan sejenisnya.

Tiga Capaian Strategis

Menurut Dedi, terdapat tiga capaian besar yang patut diapresiasi.

Pertama, keberhasilan menertibkan dan meluluhlantakkan Kampung Kavling dan Kampung Jati di Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara. Kawasan tersebut selama kurang lebih 30 tahun dikenal sebagai “kampung tramadol”. Penertiban itu dinilai sebagai langkah berani yang memutus praktik lama yang telah mengakar.

Kedua, pengungkapan sindikat peredaran obat keras di Cibuntu, Kecamatan Cibitung pada Selasa lalu. Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan barang bukti dalam jumlah besar, yakni:

– 136.000 butir Hexymer
– 28.000 butir Double Y
– 22.670 butir Try X
– 800 butir Tramadol

Selain itu, polisi juga menyita uang tunai Rp1.287.000, satu unit iPhone, satu unit sepeda motor Honda Vario merah bernomor polisi B 5707 FJZ, serta dua kartu ATM Bank BCA yang diduga berkaitan dengan transaksi hasil penjualan.

“Jumlah barang bukti ini menunjukkan peredaran dilakukan secara terorganisir dan masif. Ini bukan jaringan kecil, tetapi sistematis,” tegas Dedi Kurniawan.

Ketiga, respons cepat atas keluhan masyarakat Kabupaten Bekasi terkait maraknya peredaran obat keras daftar G.

Menurutnya, langkah tegas Kapolres menjadi jawaban atas keresahan warga yang selama ini menginginkan lingkungan bersih dari praktik ilegal tersebut.

“Ini bukan sekadar penegakan hukum, tetapi gerakan penyelamatan masa depan bangsa,” ujar Dedi.

Dorong Penguatan Lintas Wilayah

Dedi juga mendorong Kapolri,Listyo Sigit Prabowo, Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri, serta Kapolda Jawa Barat Rudi Setiawan untuk memperkuat pemberantasan secara menyeluruh.

Ia menekankan pentingnya langkah antisipatif di wilayah penyangga seperti Kota Bekasi dan Kabupaten Karawang agar tidak terjadi pergeseran jaringan peredaran.

“Perang melawan obat keras terlarang tidak boleh berhenti di satu titik. Jika satu wilayah dibersihkan, wilayah lain harus diperketat pengawasannya. Strategi terpadu lintas daerah menjadi kunci,” tegasnya.

Sebagai Ketua Umum GPMI, Dedi memastikan organisasinya akan terus mendukung aparat penegak hukum dalam memerangi peredaran obat keras daftar G.

“Ketika aparat bergerak tegas dan masyarakat mendukung penuh, tidak ada tempat bagi para perusak masa depan. Generasi muda Indonesia harus kita selamatkan,” pungkasnya. ***


Eksplorasi konten lain dari Tren IDN

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Tren IDN

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca