Tren IDN, Bekasi – Pemerintah Desa (Pemdes) Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, terus memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pengelolaan limbah rumah tangga menjadi berbagai produk bernilai ekonomis.
Program ini diharapkan mampu membekali warga dengan keterampilan kreatif sekaligus membuka peluang usaha baru yang dapat meningkatkan perekonomian keluarga.
Kegiatan pelatihan tersebut digelar di Kampung Rawalele RT 02 RW 06, Desa Wanajaya, dengan menghadirkan warga setempat sebagai peserta. Dalam pelatihan ini, masyarakat diajarkan mengolah berbagai jenis limbah menjadi produk yang memiliki nilai jual, mulai dari tas, dompet, pot bunga, pupuk kompos, hingga bahan kain dan berbagai kerajinan hasil daur ulang.
Kepala Desa Wanajaya, Nurdin Khalid, memberikan dukungan penuh terhadap program pemberdayaan tersebut sebagai upaya membangun masyarakat yang mandiri dan produktif.
Kepala Dusun III Desa Wanajaya, Masan Pateks, yang hadir memantau langsung jalannya pelatihan mengatakan, Pemerintah Desa berkomitmen mendukung seluruh kegiatan yang mampu meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah Desa Wanajaya di bawah arahan Bapak Kepala Desa Nurdin Khalid sangat mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti ini. Kami ingin warga tidak hanya memiliki pengetahuan mengenai pengelolaan lingkungan, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal usaha dan menambah penghasilan keluarga. Harapannya, pelatihan ini terus berkelanjutan sehingga semakin banyak masyarakat yang mandiri secara ekonomi,” ujar Masan.
“Sifatnya pemdes mendukung penuh oemberdayaan masyarakat yang bisa mendongkrak ekonomi warga setempat. Dan ini sudah berjalan sekitar hampir 4 tahun dan respon warga sangat bagus antusiasnya,” tambah Masan.
Sementara itu, pelatih pengelolaan limbah masyarakat, Wati Sugiarti, menjelaskan bahwa pelatihan yang diberikan merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan yang telah berjalan selama dua tahun.
Menurutnya, pelatihan kali ini difokuskan pada pembuatan sabun dari minyak jelantah yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah dan dibuang begitu saja.
“Pelatihan ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui pengelolaan limbah. Hari ini kami mengajarkan pembuatan sabun dari minyak jelantah yang selama ini sering dibuang. Padahal minyak jelantah masih bisa dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dijual,” kata Wati.
Ia menjelaskan, selain sabun dari minyak jelantah, pihaknya juga rutin memberikan berbagai pelatihan pengolahan limbah lainnya.
“Hasil daur ulang yang kami kembangkan cukup beragam, mulai dari pupuk kompos, pot bunga dari limbah, kerajinan berbahan botol bekas, lilin aromaterapi berbahan minyak jelantah, hingga berbagai produk kreatif lainnya. Ke depan kami juga akan mengembangkan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah,” ujarnya.
Wati mengatakan, program pemberdayaan tersebut telah berjalan selama dua tahun dan terus berkembang dengan berbagai jenis pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
“Tahun 2025 kami juga sudah mengadakan pelatihan menjahit dan membuat pakaian dengan melibatkan warga sekitar Rawalele. Semua hasil pelatihan sudah kami pajang di workshop sebagai contoh produk yang berhasil dibuat masyarakat,” katanya.
Menurut Wati, hasil karya warga tidak hanya menjadi pajangan, tetapi juga telah dipasarkan ketika terdapat permintaan dari sejumlah instansi maupun kegiatan pameran.
“Kami juga terus memikirkan pengemasan dan pelabelan produk agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Untuk sementara bahan-bahan pelatihan masih kami siapkan sehingga warga cukup datang dan mengikuti proses pelatihan,” jelasnya.
Tak hanya menyasar masyarakat umum, program tersebut juga mulai melibatkan kalangan pelajar dan generasi muda.
“Anak-anak muda tentu akan kami libatkan. Kami juga sudah memberikan pelatihan ke sekolah-sekolah, mulai dari membuat gantungan kunci dari tutup botol hingga berbagai kerajinan daur ulang lainnya. Harapannya semakin banyak masyarakat yang sadar bahwa sampah bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus membantu menjaga lingkungan,” tutup Wati.
Melalui program pemberdayaan tersebut, Pemerintah Desa Wanajaya berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat, sekaligus melahirkan pelaku usaha baru berbasis ekonomi kreatif yang mampu mengubah limbah rumah tangga menjadi produk bernilai jual tinggi. ***
Eksplorasi konten lain dari Tren IDN
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.












