Hukrim  

Lapas Cikarang Gandeng Kampus Institut Islam Syeh Mustahar, 31 Warga Binaan Ikut Sosialisasi Pendidikan

Tren IDN, Bekasi – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cikarang menggandeng Institut Islam Syeh Mustahar untuk memberikan sosialisasi program pendidikan kepada warga binaan.

Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Lapas Kelas IIA Cikarang pada Kamis (9/7/2026) dan diikuti oleh 31 warga binaan pemasyarakatan (WBP). Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya Lapas memperluas akses pendidikan bagi warga binaan sebagai bentuk pembinaan kepribadian yang berkelanjutan.

Kepala Lapas Kelas IIA Cikarang Urif Dharma Yoga mengatakan pendidikan merupakan salah satu bekal penting bagi warga binaan sebelum kembali ke masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami berharap terjalin sinergi yang baik antara Lapas Kelas IIA Cikarang dengan Institut Islam Syeh Mustahar dalam mendukung program pendidikan bagi warga binaan. Pendidikan diharapkan dapat meningkatkan kompetensi, wawasan, dan kualitas diri mereka,” kata Urif dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan sosialisasi turut didampingi Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik Eko Adi Prasetio serta Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan Samuel Fredrick Natanael Sidabutar.

Dalam pemaparannya, tim Institut Islam Syeh Mustahar menjelaskan profil kampus, visi dan misi perguruan tinggi, program studi yang tersedia, mekanisme penerimaan mahasiswa, hingga sistem pembelajaran yang dapat diikuti warga binaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Warga binaan yang hadir tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Mereka mengajukan pertanyaan terkait proses perkuliahan, metode pembelajaran, persyaratan akademik, hingga peluang melanjutkan pendidikan setelah bebas.

Menurut Urif, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan kondusif. Lapas juga akan menindaklanjuti hasil sosialisasi dengan berkoordinasi lebih lanjut bersama pihak kampus terkait peluang pelaksanaan program pendidikan bagi warga binaan.

“Kami juga akan melakukan pendataan terhadap warga binaan yang berminat mengikuti program pendidikan sebagai dasar penyusunan peserta sesuai persyaratan akademik yang ditetapkan,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama di bidang pendidikan tersebut dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi warga binaan untuk mengembangkan diri melalui pendidikan tinggi dan mempersiapkan kehidupan setelah menjalani masa pidana.


Eksplorasi konten lain dari Tren IDN

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Eksplorasi konten lain dari Tren IDN

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca