Tren Bekasi – Dalam upaya memperkuat gerakan lingkungan di Bekasi berbasis kolaborasi, telah dilaksanakan penyerahan bantuan berupa perahu dan pelampung dari PT Sagara Waja Sejahtera (SWS) bersama CV Compor Sakti Abadi.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk distribusi sarana pendukung, tetapi juga momentum penting dalam membangun sinergi antara dunia usaha dan komunitas peduli lingkungan.
Lebih dari sekadar bantuan alat, kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi strategis yang mempertemukan pelaku usaha dengan penggiat lingkungan.
Pertemuan ini melahirkan pertukaran gagasan, memperkuat kepedulian, serta menegaskan tanggung jawab sosial dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di wilayah Bekasi.
Kolaborasi Komunitas Lingkungan Bekasi
Hadir dalam diskusi tersebut sejumlah elemen penting gerakan lingkungan, di antaranya Relawan Tambun Utara (RETARA) yang aktif menumbuhkan kesadaran ekologis masyarakat, serta REHAB Kali Cikarang yang konsisten melakukan advokasi dan aksi nyata dalam penyelamatan sungai di Bekasi.
Diskusi yang terbangun tidak bersifat formal semata, melainkan menjadi “diskusi rasa”, sebuah ruang reflektif yang menempatkan kecintaan terhadap Bekasi sebagai fondasi utama gerakan lingkungan. Hal ini memperkuat nilai kebersamaan dalam menjaga ekosistem lokal secara berkelanjutan.
Komitmen Dunia Usaha terhadap Lingkungan
Direktur Utama PT SWS, H. Asep Sanjaya, menegaskan bahwa kecintaan terhadap tanah Bekasi harus diwujudkan melalui langkah nyata, bukan sekadar wacana.
Menurutnya, keterlibatan sektor swasta dalam pelestarian lingkungan Bekasi menjadi bagian penting dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
Hal senada juga disampaikan oleh tokoh Kabupaten Bekasi sekaligus pemilik CV Compor Sakti Abadi.
Ia menekankan bahwa nilai-nilai kepedulian lingkungan berawal dari kesadaran individu. Dari kesadaran tersebut, akan tumbuh gerakan kolektif yang lebih besar dan berdampak luas.
Sinergi untuk Masa Depan Sungai Bekasi
Perwakilan RETARA, Yopi, menyambut positif kolaborasi ini. Ia menyebut Bekasi sebagai miniatur keberagaman Indonesia, sehingga kerja sama lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga harmoni sosial dan kelestarian lingkungan.
Sementara itu, Ketua REHAB Kali Cikarang, Muhamad Yahya, mengingatkan bahwa kolaborasi ini harus berlanjut pada aksi nyata.
Ia menegaskan bahwa pemberian bantuan hanyalah langkah awal, sementara kerja sesungguhnya ada di lapangan.
“Pemberian alat adalah awal, tetapi aksi nyata harus terus berjalan. Mari kita bersama-sama turun langsung agar kecintaan terhadap Bekasi tidak hanya menjadi ucapan, tetapi benar-benar dirasakan dan diperjuangkan,” ujarnya.
Harapan untuk Gerakan Lingkungan Berkelanjutan
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk simpul-simpul gerakan lingkungan yang lebih kuat di Bekasi.
Kolaborasi antara dunia usaha dan komunitas diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang berkelanjutan, menjaga Bekasi tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi sebagai ruang hidup yang layak diwariskan kepada generasi mendatang. ***
Eksplorasi konten lain dari Tren IDN
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.













