Akun Instagram @badanperwakilannetizen mengunggah sebuah postingan yang menyoroti dugaan aktivitas tambang emas ilegal milik sosok berinisial BB.
Dalam unggahan tersebut, akun itu menulis narasi satire terkait kinerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang disebut sudah memasuki hari ke-12 tanpa menyentuh aktivitas tambang tersebut.
Dalam postingannya, akun itu menampilkan foto seorang pria memegang senjata laras panjang sambil berbicara melalui telepon di area perbukitan.
Pada bagian bawah gambar tertulis kalimat: “Hari Ke-12 Satgas PKH Tidak Berani Menyentuh Kerajaan Tambang Emas Ilegal BB yang Didanai Warga Singapura.”
Melalui caption unggahan, pemosting menyindir dugaan lambannya penindakan terhadap aktivitas tambang ilegal itu.
Akun tersebut menyebut Satgas PKH “berhasil menjaga jarak aman” dari tambang emas ilegal yang dimaksud.
“Aksi ‘puasa menindak’ ini disebut-sebut sebagai strategi tingkat tinggi untuk menguji kesabaran alam dan masyarakat sekitar,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Tak hanya itu, akun tersebut juga menyinggung soal dugaan aliran modal asing dalam aktivitas tambang ilegal tersebut.
Dalam caption itu disebutkan bahwa BB dianggap berhasil membuktikan modal asing dapat masuk tanpa perlu mengurus izin resmi seperti AMDAL maupun pajak.
Postingan tersebut kemudian memicu berbagai komentar dari warganet.
Sejumlah pengguna Instagram mempertanyakan keberanian aparat dan Satgas PKH dalam melakukan tindakan terhadap dugaan tambang ilegal tersebut.
Salah satu akun bernama g.gio88 menulis komentar, “Gimana ini bapak2? Kacauuu2,” sambil menandai sejumlah akun institusi pemerintah dan aparat penegak hukum.
Komentar lain datang dari akun soeparmien5 yang menulis, “Negeri di kuasai para mafia dan oligarki.”
Sementara akun gore_warindo menyoroti foto pria bersenjata dalam unggahan tersebut dengan komentar, “mau dit*mbak min?? laras panjangnya ngeri bener itu.”
Ada pula akun budisantoso.sant yang menulis kritik terhadap aparat dengan kalimat, “Aparat kita terlalu PENG*CUT!”
Beberapa warganet juga menandai akun Presiden RI, Satgas PKH, Kejaksaan RI hingga Divisi Humas Polri agar isu tersebut mendapat perhatian.
Selain kritik, sejumlah komentar lain meminta identitas sosok dalam unggahan dibuka ke publik.
Salah satu akun bahkan menulis permintaan agar nomor WhatsApp sosok yang disebut dalam unggahan itu disebarluaskan agar “netizen bekerja.”
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Satgas PKH maupun aparat penegak hukum terkait narasi dan tudingan yang beredar dalam unggahan akun tersebut. ***
Eksplorasi konten lain dari Tren IDN
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










