Tren Bekasi – Ada yang berbeda dalam pertemuan antara pelaku usaha dan pegiat lingkungan di Bekasi kali ini.
Bukan sekadar seremoni penyerahan bantuan perahu dan pelampung, melainkan ruang “diskusi rasa” yang dipenuhi kepedulian terhadap tanah Bekasi.
PT Sagara Waja Sejahtera (SWS) bersama CV Compor Sakti Abadi menghadirkan momentum yang mempertemukan hati dan gagasan. Di sana, komunitas seperti RETARA (Relawan Tambun Utara) dan REHAB Kali Cikarang berbagi cerita tentang perjuangan mereka menjaga sungai tetap hidup.
Direktur Utama PT SWS, H. Asep Sanjaya, menyampaikan bahwa kecintaan terhadap Bekasi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Kalau kita cinta Bekasi, maka kita harus menjaganya. Tidak bisa hanya bicara, tapi harus bergerak,” ungkapnya.
Suasana diskusi terasa hangat. Tidak ada sekat antara pelaku usaha dan aktivis. Semua duduk sejajar, membicarakan hal yang sama: masa depan lingkungan Bekasi.
Yopi dari RETARA menyebut Bekasi sebagai miniatur Indonesia: beragam, dinamis, dan penuh tantangan. Karena itu, menurutnya, kolaborasi adalah kunci.
Sementara, Muhamad Yahya Ketua REHAB Kali Cikarang mengingatkan bahwa perjuangan tidak berhenti di ruang diskusi.
“Perahu ini bukan tujuan akhir, tapi awal perjalanan. Yang terpenting adalah kita terus turun ke sungai, bekerja bersama,” katanya.
Dari pertemuan ini, lahir harapan baru, bahwa menjaga lingkungan bukan lagi tugas segelintir orang, melainkan gerakan bersama yang tumbuh dari rasa cinta. ***
Eksplorasi konten lain dari Tren IDN
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.













