Tren Aceh – Banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang sejumlah wilayah Aceh dan Sumatera pada akhir November 2025 masih menyisakan luka mendalam bagi warga terdampak. Tidak sedikit korban yang hingga kini masih berjuang melawan trauma akibat bencana tersebut.
Salah satu kisah menyentuh datang dari Suarni, warga Desa Kelitu, Kabupaten Aceh Tengah. Setelah lebih dari tiga bulan, ia akhirnya memberanikan diri kembali mendatangi lokasi rumahnya yang kini telah lenyap akibat longsor.
Kisah Suarni terekam dalam unggahan akun Instagram @keber_gayo pada Kamis, 5 Februari 2026. Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa Suarni sempat enggan melihat kembali area rumahnya karena trauma yang masih membekas sejak peristiwa longsor terjadi.
Namun, dorongan batin membuatnya datang bersama sang anak untuk menyaksikan langsung kondisi tempat tinggalnya yang kini rata dengan tanah. Dalam cuplikan video yang beredar, Suarni terlihat memeluk anaknya erat, seolah saling menguatkan di tengah duka yang belum pulih.
Tangisnya pecah saat ia berdiri di lokasi yang dulu menjadi rumahnya. Dengan tangan menggenggam sayuran yang dibawanya, Suarni tampak tak mampu menahan kesedihan ketika menyadari bahwa rumahnya telah hilang tersapu longsor.
Usai bencana, Suarni diketahui sempat tinggal di tenda pengungsian selama sekitar satu bulan. Saat ini, ia menumpang di rumah kerabatnya, namun kondisi tersebut tidak memungkinkan untuk ditempati dalam jangka panjang.
Ia berharap dapat segera memperoleh hunian layak agar bisa kembali menjalani kehidupan dengan rasa aman dan tenang.
Hingga Kamis, 5 Februari 2026, unggahan tentang kisah Suarni telah mendapatkan ribuan respons dari pengguna Instagram. Warganet pun ramai-ramai menyampaikan doa serta dukungan bagi para korban bencana longsor di Aceh Tengah. ***
Eksplorasi konten lain dari Tren IDN
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.













